Ada satu kebiasaan yang kelihatannya baik, bahkan terlihat seperti kelebihan. Tapi, kebiasaan itu perlahan-lahan merusak hidupmu. Kebiasaan itu adalah tidak enakan.
Tidak enak menolak. Tidak enak bicara jujur. Tidak enak beda pendapat. Tidak enak mengecewakan orang. Akhirnya kamu selalu bilang iya — padahal dalam hati kamu berkata tidak. Dan semakin lama kamu melakukan itu, semakin berat beban yang kamu pikul. Bukan beban pekerjaan, bukan beban hidup, tapi beban dari hal-hal yang sebenarnya tidak pernah benar-benar ingin kamu lakukan.
Hidup kita seringkali bukan rusak karena kita kurang pintar atau kurang berbakat. Tapi karena kita kurang tegas. Tidak tegas pada teman, tidak tegas pada rekan kerja, tidak tegas pada atasan, bahkan yang paling berbahaya — tidak tegas pada diri sendiri.
Sebelum lanjut membaca, yuk tonton dulu video terbaru saya — siapa tahu bermanfaat buatmu juga! 👇
Setiap kali kamu berkata iya padahal hatimu berkata tidak, kamu sedang menyerahkan sedikit kendali atas hidupmu ke tangan orang lain. Dan ini bukan kejadian sekali — ini terjadi berulang-ulang setiap harinya. Lama-kelamaan, tanpa kamu sadari, hidupmu bukan lagi milikmu.
Kamu kerja di tempat yang tidak kamu sukai karena dulu tidak berani menolak tawaran itu. Kamu mempertahankan hubungan yang tidak sehat karena tidak tegasnya sikapmu dari awal. Kamu punya teman yang terus-terusan memanfaatkanmu karena kamu tidak pernah memasang batasan sejak awal.
Hidup untuk menyenangkan orang tua, menyenangkan pasangan, menyenangkan teman, menyenangkan tetangga. Cuma satu yang tidak pernah bisa dia senangkan — dirinya sendiri.
Kalau kamu membiarkan orang meremehkanmu tanpa bersuara, kamu sedang mengajari mereka bahwa kamu bisa diremehkan. Kalau kamu membiarkan orang memanfaatkan waktumu tanpa batas, kamu sedang mengajari mereka bahwa waktumu tidak berharga. Kalau kamu selalu mengalah meski tidak suka, kamu sedang mengajari mereka bahwa perasaanmu tidak perlu dipertimbangkan.
Sekali kamu tidak tegas, orang akan menganggap itu sebagai izin. Izin untuk menyuruhmu. Izin untuk memanfaatkanmu. Dan begitu pola itu terbentuk, semakin sulit untuk mengubahnya.
Akses Semua Artikel Premium
Pilih cara akses yang paling cocok buat kamu.
Gratis dibaca. Kalau kebantu, boleh traktir kopi.
Terima kasih, ya
Dukungan sekecil apa pun bikin tulisan berikutnya lebih cepat terbit.